Sabtu, 17 September 2011

ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

Setelah mempelajari materi ini diharapkan anda dapat mendiskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan.

Bacalah uraian materi tenteng bakteri dibawah ini dengan seksama kemudian kerjakan tugas-tugas yang ada, gunakan juga buku referensi yang anda miliki, diskusikan dengan teman atau tanyakan pada guru jika masih mengalami kesulitan.

, Eubacteria (biasa kita sebut bakteri) merupakan organisme atau prokariota, selnya dilapisi oleh dinding yang kaku sehingga memberikan bentuk yang tetap  bagi sel tersebut. Bakteri yang berbentuk batang disebut basil, yang dindingnya berbentuk bola disebut kokus dan spiril mempunyai bentuk dinding yang lengkung.
Dinding sel bakteri tersusun atas bahan polimer kompleks yang disebut peptidoglikan (protein dan karbohidrat). Beberapa bakteri memiliki flagel yang berfungsi sebagai alat gerak.
Banyak membentuk spora bila persediaan makanan mulai berkurang, yaitu keadaan sel yang terbungkus membrane dan dinding yang rangkap sehingga sangat tahan terhadap keadaan lingkungan yang merugikan seperti misalnya kekeringan dan keekstriman suhu. Dalam keadaan spora ini metabolisme di dalam sel berhenti atau bisa disebut dorman, kelak jika keadaan membaik metabolisme kembali aktif dan sel kembali seperti semula.
Kebanyakan bakteri heterotrof, hidup sebagai saprofit atau parasit yang dapat menimbulkan berbagai penyakit infeksi pada manusia, hewan dan tumbuhan. Sebagian yang autotrof bersifat fotosintetik, memiliki klorofil khusus yang disebut bakterioklorofil dan menggunakan energi cahaya matahari untuk mereduksi karbondioksida menjadi karbohidrat. Berbeda dengan tumbuhan hijau, bakteri fotosintetik tidak menggunakan air sebagai sumber electron dalam fotosintesis tetapi menggunakan senyawa lain seperti HS. Beberapa bakteri tak berpigmen juga mempunyai kemampuan mensintesis karbohidrat dari bahan mentah organik, tetapi tidak menggunakan energi cahaya untuk melakukannya. Golongan ini disebut kemoautotrof, yang memperoleh energi dari mengoksidasi senyawa organis (seperti NH menjadi nitrat) yang kemudian energi ini digunakan untuk mensintesis karbon dioksida menjadi karbohidrat.

Archaebacteria, merupakan prokariota uniseluler yang menyerupai bakteri lain dalam penampilannya teta[i berbeda sifatnya, terutama mempunyai dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan. Berdasarkan metabolisme dan ekologinya, archebacteria dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu metanogen, halofil ekstrem (halofilik), dan termofil ekstrem (termoasidofilik). Metanogen hidup di lingkungan anaerob dan mengeluarkan gas metan sebagai produk buangan, sering dijumpai di saluran pencernaan herbivora.  Halofilik ekstrem hidup di tempat-tempat yang berkadar garam tinggi seperti laut mati. Halofilik ekstrem tahan hidup di tempat yang panas seperti sumber air panas yang bersuhu lebih dari 100C.

Tugas
                1. Tunjukkan bahwa bakteri lebih kompleks daripada virus.
                2. Gambarlah bentuk-bentuk sel bakteri.
                3. Bagaimana cara bakteri memenuhi kebutuhan energinya?
                4. Apakah bakteri membutuhkan oksigen untuk hidupnya? Beri penjelasan!
                5. Bagaimana cara bakteri berkembang biak?
                6. Carilah informasi tentang:
                                a. Nama-nama bakteri dengan penyakit yang ditimbulkannya, baik pada manusia, hewan
    maupun tumbuhan.
                                b. Nama-nama bakteri yang sering dimanfaatkan oleh manusia.
                                c. Cara-cara mencegah makanan supaya tidak basi/busuk
                                d. Jelaskan cara-cara hidup sehat yang dapat menghindarkan tubuh dari infeksi bakteri patogen. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar